"Saya bersyukur dan berterima kasih kepada teman-teman PT Semen Padang. Tadi saya ke Pelindo Cabang Teluk Bayur , mereka bilang kontainernya naik 12 persen dan itu 100 persen karena PT Semen Padang. Tepuk tangan dong buat Semen Padang. Artinya kita memberikan kontribusi terhadap Sumatera Barat," kata Dony di hadapan jajaran Direksi, Komisaris serta staf pimpinan PT Semen Padang, Jumat (20/2/2026).
Dony menceritakan dalam kunjungan ke Pelindo Cabang Teluk Bayur itu dia mendapatkan informasi bahwa salah satu yang menyebabkan inflasi tinggi di Sumbar adalah terkait biaya logistik, yakni perbandingan kontainer yang datang dengan yang balik, 70:30. Sebesar 70 persen kontainer yang balik dalam keadaan kosong. Akibatnya (pengguna jasa) menanggung biaya yang besar. "Makanya produk-produk di Sumatera Barat lebih mahal, pasti karena charge kontainernya double pulang pergi," tukasnya.
Terkait PT Semen Padang, Dony kembali menegaskan bahwa perusahaan ini merupakan satu-satunya kebanggaan Sumatera Barat. "Kita satu-satunya (kebanggaan) Sumatera Barat ini. Jadi tolong dijaga ya, dijaga dengan betul, dibikin bagus, dibikin keren, dibikin membanggakan sehingga memotivasi orang untuk ingin bekerja di Semen Padang," ujarnya pada acara yang juga dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.
"Makanya saya berharap ya, saya yakin sekali yang di dalam ruangan ini adalah para patriot terutama untuk PT Semen Padang. Saya yakin sekali bahwa kita tentu punya kebanggaan dengan Semen Padang ini. Ini adalah kebanggaan masyarakat Minang. Satu-satunya," ujarnya lagi.
Dalam kunjungan ke PT Semen Padang, Dony berkesempatan meninjau rumah contoh Semen Padang Bata Interlock (Sepablock), produk unggulan PT Semen Padang. Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN itu menyatakan kekagumannya terhadap inovasi yang dilakukan pihak PT Semen Padang. Bahkan dalam kunjungannya itu dia memerintahkan agar seluruh pembangunan hunian tetap (huntap) yang dibangun Danantara menggunakan sepablock, produk unggulan Semen Padang.
Dony Oskaria melakukan kunjungan kerja selama dua hari, 19 s.d. 20 Februari 2026 ke Sumatera Barat yakni, meninjau lahan PT KAI di Koto Baru & Jati, Padang Timur, Proyek Flyover Pasar Padang Lua, Agam, Huntara Malalo & Huntap Tanah Datar, area PT Semen Padang, Kunjungan ke Masjid/Sekolah (Pondok Pesantren) serta Pelabuhan Teluk Bayur. (*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar