Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
Menurut Mahyeldi, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila adalah penuntun di tengah dunia yang penuh ketidakpastian. Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang mampu menyatukan keberagaman karena masyarakatnya masih memegang teguh nilai-nilai Pancasila,” ujar Mahyeldi.
Ia menegaskan, Pancasila tidak hanya menjadi perekat bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi rujukan dalam membangun perdamaian dunia yang berkeadilan. Di tengah disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik global, Pancasila tetap menjadi jangkar moral yang menjaga arah perjalanan bangsa.
Mahyeldi juga menekankan pentingnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Indonesia dibangun di atas keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, pemikiran yang menjauhkan umat, bangsa, dan negara dari nilai-nilai ketuhanan bertentangan dengan semangat Pancasila,” katanya.
Pada kesempatan itu, Mahyeldi mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama yang dimiliki Indonesia.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk dipahami agar semakin memperkuat persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh upaya-upaya yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
“Mari kita rawat semangat persatuan dan kesatuan. Pancasila adalah pemersatu kita, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus kita junjung tinggi,” tegas Mahyeldi.
Usai upacara, Gubernur Mahyeldi juga menyerahkan penghargaan kepada dua anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sumbar, yakni Zhafran Kazhim dari SMAN 2 Payakumbuh dan Tathyarapsari Tifthazani Dorizen dari SMAN 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan keberhasilan keduanya dalam melaksanakan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 serta Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Provinsi Sumbar Tahun 2026 . (adpsb/cen/bud)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar