“Pembagian nasi berkah pada bulan Ramadan ini kita mulai sejak wabah Covid-19 lalu, dan berlanjut hingga sekarang,” ujar Muslim M Yatim saat bersilaturahmi dengan sejumlah pimpinan media, Minggu (1/3/2026) di Padang.
Program Nasi Berkah tersebut sebelumnya difokuskan bagi masyarakat kurang mampu dan warga terdampak pandemi Covid-19. Pada Ramadan tahun lalu, pembagian dilakukan di 12 titik dengan rata-rata 100 bungkus per titik selama 10 hari.
Namun pada Ramadan 1447 H, sasaran distribusi dialihkan ke daerah-daerah yang tengah mengalami bencana. Terdapat enam titik lokasi yang menjadi prioritas.
“Pada Ramadan 1447 Hijriah ini pembagian nasi berkah kita alihkan ke lokasi bencana. Ada enam titik daerah bencana yang kita sasar. Di Kabupaten Agam tiga titik yaitu Malalalo, Palembayan, dan Malalak serta tiga titik di Kota Padang yakni Koto Tangah, Pauh, dan Kuranji,” jelas Muslim M Yatim, yang juga dikenal sebagai pengarang buku *Mungkinkah Ramadan Terakhirku.
Ia berharap program Nasi Berkah ini dapat terus berlanjut pada Ramadan-Ramadan berikutnya selama masih diberikan kelapangan rezeki oleh Allah SWT. Bahkan, ia menargetkan jumlah titik distribusi bisa diperluas agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“InsyaAllah selama diberi rezeki, program ini akan terus berjalan. Kalau bisa ke depan titiknya kita tambah agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muslim M Yatim juga menitipkan santunan kepada keluarga dua wartawan yang telah wafat, yakni Afriyandi dari Metro TV dan Perdana Putra dari Kompas.com, sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap insan pers di Sumatera Barat.
Langkah konsisten yang dilakukan senator asal Sumatera Barat ini menjadi bagian dari komitmennya dalam memperkuat solidaritas sosial, terutama di bulan suci Ramadan yang identik dengan kepedulian dan berbagi kepada sesama.(**)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar