Padang merupakan salah satu kota paling rawan gempa dan tsunami di pesisir barat Sumatera. Karena itu pemerintah Kota Padang melalui BPBD menjadikan latihan Drill Tsunami sebagai momentum nyata membangun respon cepat, kultur sadar bencana, dan kesiapan taktis seluruh lapisan masyarakat.
Tepat pukul 10.00 WIB, sirine dan lonceng penjagaan di Mako Kodaeral II dibunyikan terus-menerus. Seluruh prajurit di Mako keluar dari ruang kerja dan bergerak menuju lokasi aman yang sudah ditentukan: area parkiran Gedung Yos Sudarso yang telah ditetapkan sebagai Tempat Evakuasi Sementara (TES) oleh BPBD.
Bukan hanya prajurit. Buruh pelabuhan, pegawai pabrik, pedagang, dan warga sekitar Teluk Bayur juga menyatu dengan Kodaeral II menuju titik evakuasi. Total lebih dari seribu orang berada di lokasi yang sama.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Dandenma Kodaeral II Letkol Marinir Rudi Hartono mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang hadir dan mengikuti latihan ini dengan sungguh-sungguh.
“Kita berada di wilayah yang rawan gempa dan tsunami. Kesiapsiagaan tidak boleh longgar. Drill Tsunami ini bukan sekedar formalitas, ini budaya keselamatan,” tegas Dandenma.
Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Padang Selatan Wilman, unsur Puskesmas Penggambiran, BPBD Kota Padang, Lurah Teluk Bayur, para PJU Kodaeral II, Kasatker, serta tokoh masyarakat.
Drill Tsunami kemudian secara resmi dinyatakan selesai oleh Dandenma.(dispen)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar